Home » , , » ADIWIYATA

ADIWIYATA

Written By AFUSHARE - Share And Download File on 25 September 2012 | 3:45 PM

Menurut  BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAERAH ( BPDLHD )
            Adiwiyata pada dasarnya berasal dari dua kata, yaitu ADI dan WIYATA.
ADI berarti “besar, sempurna, / ideal”. Sementara itu WIYATA berarti “tempat untuk menimba ilmu, norma, dan etika”.
            Sekolah Adiwiyata berarti, “Sekolah yang warga sekolahnya, peduli, berwawasan, dan berbudaya lingkungan”.
            Ikon Sekolah Adiwiyata :
+ Keadaan fisik sekolah harus bersih, hijau, rindang, serta kondisi lingkingan harus dalam keaadaaan baik.
+ Semua pojok sekolah harus menjadi media pembelajaran bagi warga sekolah.
+ Sikap, perilaku warga sekolah harus peduli lingkungan.
-       Warga sekolah harus bisa membedakan jajanan yang sehat dan tidak sehat.
-       Warga sekolah harus memiliki wawasan mengenai : isu lokal, isu global dan mengetahui sarana prasarana sekolah penunjang adiwiyata.
v  ISU LOKAL
-       Permasalahan lingkungan yang terjadi dilingkungan sekolah / dirasakan langsung oleh warga sekolah, contohnya : tsunami, banjir, sampah dan pencemaran udara.
ü  TSUNAMI – tahap awal siaga tsunami, 5 menit pertama saat tanda peringatan tsunami dibunyikan adalah dengan pergi menjauhi garis pantai sejauh mungkin ( evakuasi horizontal ).
Setelah 5 menit tersebut carilah gedung yang masih berdiri kokoh dan memiliki ketinggian cukup tinggi ( evakuasi vertikal ).

ü  BANJIR – beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir :
-   Memperluas area resapan air, dengan cara : membuat drainase, menanam pohon dan membuat lubang resapan Biopori ( LRB ), LRB memiliki fungsi langsung yaitu :
                                                      - menyerap air
                                                      - untuk pengomposan ( LRB disi sisa makanan & bangkai )
Dan secara tidak langsung berfungsi :
                                                      - Menggemburkan tanah ( dengan bantuan cacing ).
                                                      - Memperkaya unsur hara tanah.




ü  SAMPAH – Prinsip pengelolaan sampah:
Dengan prinsip 3R :
Reduce : Mengurangi , ex : dengan mengurangi pemakaian plastik untuk kemasan makanan
Menggunakan sapu tangan sebagai pengganti tissue
Reuse : Memakai ulang, fungsi dari benda tidak berubah, ex : menggunakan botol minuman yang bisa dicuci dan dipakai kembali untuk mengantikan air minum kemasan.
Recycle : Mendaur ulang, fungsi dari benda akan berubah.


Macam – macam sampah :
-       Organik – pengolahan dengan cara pengomposan dengan komposter menghasilkan pupuk padat dan pupuk cair.
Bisa menjadi sumber energi dalam bentuk padat ( briket ) & gas metan.
-       AnOrganik, ex : botol bekas minuman
-       Bahan Berbahaya Beracun ( B3 ) – ex : baterai, oli dan aki bekas

+ Sampah organik dan anorganik pengolahan ( daur ulang ) nya bisa dilakukan oleh masyarakat awam, sementara itu     
   khusus sampah B3, daur ulangnya hanya bisa / berhak dilakukan oleh perusahaan tertentu.

ü  PENCEMARAN UDARA – disebabkan gas dan debu, bisa diatasi dengan cara menanam tanaman penyaring debu, ex : gelondongan tiang dan bambu
+ Menanam tanaman juga bisa mengurangi kebisingan, tapi syaratnya penanaman harus dilakukan   
   dengan rapat, karena tumbuhan yang ditanam rapat bisa mencegah gelombang suara ( longitudinal )  
   untuk lewat.

v  ISU GLOBAL
-       Permasalahan lingkungan yang telah mendunia, adalah Global Worming sebagai akibat dari Efek Rumah Kaca,
Global Worming Mengakibatkan pencemaran – air, tanah, dan udara
Efek Rumah Kaca, yaitu Terhalangnya proses pemantulan cahaya matahari keluar angkasa, karena terhambat zat pencemar udara (  dan  ) sehingga cahaya matahari dipantulkan kembali kebumi.
Zat2 Pencemar udara : CO2, CH4, SF6, PFCs, HFCs.
-       Akibat & Dampak Global Worming:
Melelehnya ES di KUTUB – Mengakibatkan meningkatnya permukaan air laut dan tenggelamnya daratan dan pulau2 kecil.
Hilangnya habitat hewan2 kutub, ex : pinguin dan beruang kutub, menyebabkan Keseimbangan ekosistem terganggu.
Climate Change – Cuaca ekstrim – musim tidak lazim,  ex : musim hujan berkepanjangan,
                            Anomali cuaca – cuaca tidak normal,ex :
                                                                                     cuaca panas yang lama menyebabkan kekeringan.
hujan berkepanjangan menyebakan banjir, tanah   
 longsor, dll.
                                       Perubahan pola penyebaran penyakit

v  SARANA & PRASARANA PENUNJANG
-    Lubang Biopori
-    Taman
-    Green House
-    Ruang Terbuka Hijau ( RTH )
-    Tempat sampah terpilah, dan
-    Kolam

+ Tata cara pengomposan ( komposter ) sampah aerob dan anaerob menggunakan mikroba / kotoran sapi :
1.Sampah dicacah ( diperkecil ukurannya ),
2.Ditambah cairan mikroba ( EM4 ) / kotoran sapi,
3.Dimasukan kedalam wadah,
4.Pengadukan, ex : untuk pengomposan aerob ( tertutup tanpa udara ) 1 x 2 hari,
                                  Pengomposan anaerob 1 x 4 - 7 hari,
“ Waktu pengadukan harus sesuai ukuran sampah”
5.Panen, dilakukan setelah berwarna hitam, remah, dan tidak berbau,
6.Pengayakan, pupuk yang melewati ayakan bisa dipakai dan yang tidak dilakukan komposter sekali lagi.

Terima kasih telah mengunjungi AFUSHARE silakan tinggalkan komentar, saran atau petanyaan anda di kotak komentar

0 komentar:

Post a Comment

| Copyright © AFUSHARE™ 2014 |. Powered by Blogger.